Madinah Yang Istimewa! - Umroh Story Part 2 (Madinah)
Assalamualaikum, melanjutkan artikel kemarin wacana kisah umroh saya, jika kemarin kita diskusikan perihal Masjid Nabawi, sekarang kita akan membicarakan dan berkeliling di kota suci Madinah Al-Munawwarah. Bicara soal Madinah kita tentu teringat perihal perstiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke kota ini dan sambutan ramah penduduknya. Meskipun bukan termasuk kedalam rukun atau syarat sahnya ibadah haji dan umroh, kota ini senantiasa menjadi tujuan utama para jamaah untuk berziarah, kenapa? Karena Madinah ialah kota yang istimewa! Yuk, kita diskusikan satu-satu disini apa saja keistimewaanya dan ada apa saja yang ada disana.
Kota Tempat Nabi Hijrah dan Wafat
Seperti yang sudah aku diskusikan kemarin disini, Madinah tergolong tanah haram yang bermakna selain muslim dilarang memasuki kota suci ini. Di kota ini Rasulullah mulai mendirikan peradaban Islam dan menjadi sentra pemerintahan Islam saat itu. Kota yang dahulu bernama Yastrib menjadi tempat hijrahnya Nabi Muhammad SAW sesudah menerima isyarat dari Allah SWT untuk meninggalkan kota Mekkah dikarenakan situasi yang berbahaya baginya jika beliau tetap disana. Di kota inilah Rasulullah wafat dan dimakamkan beserta keluarga dan sobat-sahabatnya, Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan, kecuali Ali bin Abu Thalib alasannya ada yang meriwayatkan ia dimakamkan di luar Madinah atau bahkan di luar Saudi (kemungkinan di Iraq) wallahua'lam.
Makam Baqi
Makam Baqi atau Jannatul Baqi ialah sebuah komplek pemakaman yang terdapat di segi masjid Nabawi. Makam ini sangat bersejarah alasannya terdapat makam keluarga dan sobat-teman Rasulullah. Makam ini mampu dimasuki pada jam-jam tertentu. Penjagaan askar cukup ketat, kita dilarang berlama-lama didalamnya. Karena di khawatirkan jamaah yang berkunjung kesana melakukan tindakan musyrik. Saya pun tidak sempat mengambil foto disana, alasannya adalah waktu yang sangat terbatas.
Bila kita umroh lazimnya masjid ini menjadi kawasan yang sayang untuk dilewatkan saat kita melakukan city tour di kota Madinah. Masjid Quba ialah masjid pertama yang dibangun Rasulullah dan ialah salah satu dari tiga masjid tertua di dunia yang ada di kota ini. Disunnahkan untuk kita shalat 2 rakaat di masjid ini karena nilainya sama mirip ibadah umroh. Masya Allah.
.
Masjid Qiblatain. Masjid 2 kilbat.Selain Masjid Quba ada lagi masjid yang sangat bersejarah dalam islam adalah masjid Qiblatain. Dulu, kawasan ibadah yang terletak di Al Qiblatain, Madinah, ini bernama Masjid Bani Salamah. Pada bulan Rajab tahun ke dua Hijriyah, Nabi Muhammad menerima wahyu untuk memindahkan kiblat dari Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa di Palestina) ke Masjidil Haram di Mekkah. Sayang karena waktu yang terbatas kami tidak mempunyai kesempatan untuk masuk ke dalam masjid dan cuma melewatinya saja.
Jabal Uhud
Disebut Jabal Uhud (penyendiri) karena gunung ini tidak terhubung dengan rangkaian gunung lain di Madinah. Tak seperti gunung atau bukit yang lain di Kota Madinah, Jabal Uhud mempunyai keistimewaan tersendiri. Bahkan Jabal Uhud yakni salah satu bukit yang dijanjikan kelak ada di surga.
Di kaki gunung Uhud ini pernah terjadi pertempuran yang sangat terkenal di zaman Rasulullah yaitu perang Uhud. Disini pulalah 70 Syuhada Uhud yang wafat dalam perang tersebut di makamkan termsuk paman Nabi Muhammad yang berjulukan Hamzah bin Abdul Muthalib. Saking sayangnya Rasulullah dengan para syuhada uhud, dia pun mendatangi kawasan ini hampir setahun sekali. Tempat ini sudah tertata dengan baik untuk para peziarah, ada masjid dan pasar kecil yang menjual oleh-oleh juga kawasan untuk parkir bus.
Pasar Kurma
Buat yang ingin berbelanja banyak sekali jenis pilihan kurma mampu mencarinya di tempat ini. Dari kurma muda hingga kurma Ajwa atau kurma Nabi. Harga bervariatif, ya mampu bisanya kita nawar aja, nawar pakai bahasa Indonesia juga mampu kok mereka pada umumnya ngerti bahasa kita alasannya adalah banyaknya jamaah Indonesia yang berkunjung kesana. Sebenarnya bila saya lebih tertarik main ke kebun kurma nya, tetapi dikala aku dan rombongan tiba telah bukan musim panen, karena bulan November telah mulai masuk ekspresi dominan cuek disana jadi tidak dibuka akses untuk ke kebun kurmanya.
Percetakan Al-Alquran King Fahd, Madinah
Foto : Liputan6.com
Percetakan ini merupakan percetakan Al-Alquran terbesar di dunia. Menurut Wikipedia percetakan ini telah memproduksi rata-rata 10 juta copy Al-Qur'an per tahunnya, dan mendistribusikannya ke seluruh benua, dan juga mencetak lebih dari 160 terjemah sejumlah 193 juta copy. Selain itu, juga terdapat studi dan observasi yang berlanjut untuk membantu percetakan al-Qur'an dan al-Hadits dan terus menggunakan teknik percetakan yang paling terbaru. Setiap tahunnya komplek percetakan ini dikunjungi oleh 400 ribu hadirin. Sampai saat ini, komplek percetakan ini sudah mencetak 264 juta cetakan (al-Qur'an, terjemah, buku-buku islam dan sebagainya) sejak dibukanya percetakan ini.
Foto : Liputan6.com
Percetakan ini di jaga sungguh ketat, jalan masuknya saja harus mengantri dan melalui jalur khusus. Untuk masuk mobil dan dingklik roda bukan lagi portal umumyang menjaga, tapi memakai semacam besi besar yang timbul dari bawah, jadi mesti berfikir berkali-kali untuk mendobrak masuk kawasan ini. Seperti masuk tempat militer! Sampai segitunya pihak Kerajan Saudi melindungi harta terbesar umat Islam ini.
Masuk kedalam percetakan kita akan memperoleh mesin-mesin dan tumpukan Quran yang siap di distribusikan hingga ke seluruh dunia. Disini kita bisa menyaksikan proses pencetakan Al-Quran yang sudah memakai terknologi terkini. Hasil dari percetakan ini mampu kita lihat dan baca di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.
Kita hanya diperbolehkan melihat dari balkon atas yang memang dikhususkan untuk para pengunjung. Dan disini bahwasanya tidak diperbolehkan untuk mengambil foto apalagi memakai blitz, tetapi ya namanya jamaah Indonesia ya ga afdol gitu kalo ga foto-foto meskipun colongan. hehe...
Saat dibagikan Al-Alquran. Foto : Republika.co.id
Setelah melihat-lihat di dalam saat keluar kita akan diberikan Quran secara gratis! Untuk yang masih muda kita akan diberikan Quran yang ukurannya sedang, sedangkan untuk yang sudah sepuh akan diberikan Alquran yang berukuran besar. Oiya, untuk yang kesini menenteng orang tua yang telah sepuh dan menjinjing kursi roda, kita tidak diharuskan ikut kedalam sebab aksesnya juga tidak memungkinkan dilalui kursi roda, jadi kita hanya menanti saja diluar nanti akan diberikan Quran yang besar.
Koperasi Percetakan Quran Madinah. Foto : Liputan6.com
Untuk yang ingin membeli Alquran embel-embel untuk diwakafkan ke masjid atau dibagikan ke keluarga mampu membelinya di depan komplek ini. Jadi mereka buka semacam toko atau koperasi gitu yang memasarkan Alquran mushaf Madinah ini. Harganya pun sangat murah dibanding kita membelinya di toko akrab hotel. Dan kalau kita berbelanja banyak mereka umumnya memperlihatkan bagian harga yang lumayan loh.
Berkeliling dan belanja di sekeliling hotel
Tak lengkap rasanya bila kita berkunjung ke kota ini hanya mengikuti city tour dan bulak balik hotel - masjid. Di erat hotel kita mampu juga mengeksplor daerah-tempat yang menarik. Madinah ialah kota yang hening dan tenteram, kita bisa menikmatinya sambil berlangsung disekitar hotel kawasan kita bermalam.
Foto di depan Hotel Gloria Al Madinah bareng rombongan Al-Hijaz
Bentuk hotel-hotel disini cenderung sama konsepnya, satu gedung hotel dengan lobby dan pintu masuk yang cukup kecil dan didepan atau di sekitarhotel ada toko-toko/kios untuk pedagang berdagang. Yang dijual cukup beragam, dari mulai baju, sendal, sepatu, pernak pernik, souvenir, makanan, minuman, oleh-oleh dan yang mempesona ada beberapa toko yang memasarkan barang dengan 1 harga saja. 2 Riyal! atau sekitar 8 ribu Rupiah untuk kurs ketika ini yg dibulatkan 4 ribu rupiah untuk 1 Riyal. Jangan cuma main di sekeliling hotel kita mennginap, tapi juga main ke sekitar hotel-hotel yang lain, alasannya adalah kita akan semakin banyak pilihan untuk berbelanja, tapi hati-hati jangan sampai nyasar dan usahakan jangan berkeliaran sendiri.
Jangan sungkan untuk menawar dalam bahasa Indonesia alasannya rata-rata pedagang disini mampu berbahasa Indonesia. Dan juga bagi yang belum menukar duit ke Riyal jangan khawatir alasannya adalah disini mereka mendapatkan Rupiah untuk pembayaran dengan kurs yang dibulatkan tadi. Enak kan? Rupiah mirip sudah menjadi mata uang kedua buat mereka.
Toko Everything 2 Riyal
Booth makanan siap saji di sekitar hotel di Madinah.
Sekedar mengingatkan jangan terlalu khilaf berbelanja disini alasannya adalah masih ada 1 kota lagi yang mesti dikunjungi dalam setiap tour umroh adalah kota Mekkah. Makara jangan sampe koper kita penuh dan terpaksa berbelanja koper lagi saat kita di Mekkah nanti.
Sepertinya cukup itu saja yang mampu saya share dari Kota Madinah yang peaceful ini. Sangat berkesan sekali, orangnya ramah, tata kotanya baik, bersih dan hening. Nikmatilah waktu saat berkunjung ke kota ini. Masya Allah Tabarakallah.
Jalan dari hotel menuju Masjid Nabawi
























Komentar
Posting Komentar