Indahnya Masjid Nabawi - Umroh Story Part 1 (Madinah)
Assalamualaikum, setelah beberapa kegiatan risikonya bisa juga meluangkan diri buat nulis lagi. Kali ini alhamdulilah saya menerima potensi yang hebat untuk bisa melaksanakan ibadah Umroh bersama keluarga saya. Dan saya akan menjajal membagikan pengalaman yang luar biasa ini dengan kalian semua. Mungkin aku akan membaginya dalam beberapa part postingan. Yuk, kita simak keseruan kita disana.
Datang ke Madinah
Oiya buat yang membawa orang renta yang sudah sepuh, tentu memerlukan kursi roda dikala turun dari pesawat. Nah ada yang perlu diperhatikan disini. Kalau di Indonesia bangku roda dan pendorong nya yaitu bagian dari pelayanan bandara alias gratis. Sedangkan disana jangan heran jikalau si pendorong tiba2 meminta bayaran! Mereka menyebutnya dengan kata "Hadiah". Saat itu kita sedang belum menukarkan duit ke riyal karenanya kita kasih aja 20 ribu rupiah alasannya memang kiat di Indonesia segitu udah lumayan, lucunya mereka tau itu uang kecil dan menolaknya "No Cent" kata mereka. Waduh! Kalau kita tanya mereka bahu-membahu meminta bayaran 100 ribu rupiah, gokil yah? Tapi kesudahannya sesudah nego dikasih 50 ribu juga mereka menerima dengan muka agak ditekuk tapi. hehe...
Indahnya Masjid Nabawi
Setelah dari bandara kita kemudian eksklusif ke Hotel. Kalau di Madinah hotel-hotel disana rata-rata akrab dengan mesjid dan sungguh terorganisir. Karena waktu telah memasuki waktu tahajjud dan subuh, maka lebih baik buat yang masih ada tenaga mending eksklusif saja ambil wudhu dan secepatnya jalan kaki ke masjid. Karena kalian akan menerima situasi malam di masjid Nabawi yang sangat sungguh indah.
Sebagaimana Masjidil Haram, Masjid Nabawi memiliki keistimewaan yakni melipatgandakan ganjaran shalat bagi mereka yang shalat di dalamnya. “Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik ketimbang 1000 shalat di tempat lain, kecuali di Masjidil Haram.” (HR. Muslim).
Saat masuk kedalamnya kalian akan menemui berbagai pilar-pilar yang indah yang dihiasi dengan pernak-pernik-pernak-pernik berwarna emas.
Kalian tidak perlu menenteng Al Quran ke masjid ini, alasannya adalah disetiap tiang di masjid ini terdapat Al Quran yang bisa kita baca setiap saat.
Ada 2 macam air Zam-zam yang tersedia, yang cuek dan tidak dingin. Jika tak mau yang dingin cari kawasan air yang bertuliskan "Not Cold". Gunakan gelas plastik yang gres di sebelah kanan, dan jika telah minum, buang gelas plastik tadi di sebelah kirinya. Nanti ada petugas yang biasanya memeriksa dan mengambil gelas-gelas ini.
Jika keadaan sedang ramai, tunggulah sebentar alasannya adalah kita niscaya kebagian. Air Zam-zam senantiasa di cek dan di isi ulang setiap dikala. Jangan takut kekurangan yaa.
Setelah shalat subuh dikala jalan balik ke hotel sempatkan menyaksikan sunrise (matahari terbit) di pelataran masjid ini yang luar biasa indah. Warnanya gradasi dari ungu ke kuning kemerahan dipadu dengan lampu-lampu masjid yang masih menyala sangat pemandangan yang tidak mampu dilewatkan begitu saja.
Saat hari mulai menjelang siang sempatkan untuk memasuki Raudhah. Salah satu daerah yang paling diusulkan untuk diziarahi dan kawasan dimana terkabulnya doa-doa adalah Raudhah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) pernah bersabda, “Di antara rumahku dan mimbarku yaitu taman-taman surga dan mimbarku berada di atas telagaku.”
Saat keluar Raudhah kita akan diarahkan ke kiri ke arah pintu keluar. Dan kita akan melalui makam Rasulullah SAW beserta sobat nabi Abu Bakar dan Umar. Kita tidak bisa melihat eksklusif makam Rasul karena ditutupi oleh kain hitam dan pernak-pernik emas yang dihiasi kaligrafi. Kita pun tidak dibolehkan bangun membisu di kawasan itu dan akan disuruh terus jalan oleh Askar yang bertugas disitu.
Sepertinya cukup disini dulu bagian pertama ini, karena tangan telah mulai kelelahan ngetik, hehe... Masih banyak yang ingin saya share di artikel yang lain. So ikuti terus ya.
Bersama rombongan dari Al-Hijaz Tour & Travel di Masjid Nabawi



















Komentar
Posting Komentar